7upasia.net

berita7up.com – Media sosial Periscope membuat relasi antara pemain dengan fans semakin dekat. Karena itu, banyak bintang lapangan hijau yang ”bermain” di aplikasi tersebut. Di sisi lain, UEFA menganggapnya sebagai gangguan. Kasus Gerrard Pique menjadi contohnya.

Seperti diketahui, Pique kembali bikin heboh netizen. Bukan karena aksinya di lapangan hijau, tetapi terkait dengan aktivitasnya di media sosial Periscope. Bek Barcelona itu disergap fans saat sedang merekam keseruan di kantor Kerad Games, perusahaan games miliknya.

Nah, ketika sedang live, ada seorang perempuan yang kebetulan merupakan fans Pique. Perempuan yang tidak diketahui namanya itu berteriak histeris dan langsung memeluk pemain timnas Spanyol itu. Tidak lama kemudian, terdengar suara pertengkaran di antara mereka. Namun, tidak jelas apa penyebabnya.

Sebelumnya, Pique membuat kegaduhan di dalam pesawat yang berisi skuad Barcelona ketika perjalanan pulang dari Eibar. Kejadian tersebut juga terekam melalui akun Periscope-nya.

Gara-gara aksi Pique di situs live streaming chat tersebut, UEFA (Asosiasi Sepak Bola Eropa) memutuskan melarang penggunaan Periscope oleh para pemain selama pergelaran Euro 2016 di Prancis. Sebagaimana dilansir Marca, pemain diminta tidak merekam aktivitas mereka ketika sedang di dalam stadion atau ketika tengah berlaga.

Keputusan tersebut diambil lantaran banyak pemain yang menggunakan media sosial untuk keperluan komersial. Nah, UEFA khawatir kegiatan tersebut bersinggungan dengan sponsor Euro yang sesungguhnya.

Memang, akhir-akhir ini beberapa aplikasi berbagi live video tengah digandrungi para pemain. Sebut saja Periscope dan Snapchat. Mereka menggunakan aplikasi tersebut untuk lebih dekat dengan fans di tempat tidak biasa. Misalnya, ruang ganti, rumah pemain, atau ketika sedang dalam perjalanan tim.

Selain itu, para suporter bisa berinteraksi langsung dengan pemain. Disediakan satu line kolom komentar untuk memberikan komentar terhadap video live yang diunggah pemain.

Keputusan UEFA melarang penggunaan Periscope memantik kontroversi. Ada yang mendukung. Namun, tidak sedikit pula yang menentang. Itu diungkapkan bek Barcelona Javier Mascherano. Bagi dia, Periscope tidak akan merugikan selama tidak melanggar privasi orang lain.

”Kami hidup di dunia di mana sepak bola merupakan satu bisnis yang harus menjual dirinya sendiri atas hal-hal yang baik maupun buruk,” kata bek asal Argentina itu dikutip AS. ”Lagi pula, pemain sepak bola tidak hidup di dalam bungker,” ujar mantan pemain Liverpool tersebut.

Pelatih Barcelona Luis Enrique juga memberikan pembelaan terhadap aksi Pique. ”Hubungan antara pemain dan fans, bagaimana semua itu berjalan dengan normal, adalah sebuah pemandangan yang fantastis,” tuturnya.

Sementara itu, pelatih timnas Spanyol Vicente del Bosque meminta UEFA lebih bijak dalam mengambil keputusan. Dia juga menganggap bahwa penggunaan media sosial tidak pernah memberikan efek negatif terhadap para perilaku pemain.

”Ini bukan tentang menjadi terlalu permisif, tetapi tentang menggunakan akal sehat untuk menghindari masalah Pique terulang kembali,” kata pelatih 65 tahun tersebut.

 


Source: 7upAsia