7upasia.net

berita7up.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Heru Nugroho, menegaskan bahwa reformasi sepakbola nasional harus tuntas, jangan dilakukan setengah-seengah. Salah satu kesempatan untuk mewujudkan hal tersebut adalah di gelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016.

“Kita harus punya niat yang tulus untuk membenahi dan mereformasi sepak bola nasional ke arah yang lebih baik, sepak bola yang bersih, sehat secara finansial, dan berprestasi,” tegas Heru Nugroho di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Reformasi sepak bola nasional tak boleh setengah-setengah, harus tuntas sampai akar-akarnya. Ini harapan semua pecinta sepak bola nasional,” lanjutnya.

ISC 2016 yang dioperatori oleh PT Gelora Trisula Semesta dimaksudkan sebagai ajang pra musim sebelum kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2016 digulirkan. Namun, BOPI tampaknya masih ragu apakah akan memberikan rekomendasi untuk ISC 2016 atau tidak.

“Kalau ISC mau dijadikan proyek percontohan, maka semuanya harus jelas dan transparan. Mulai dari sumber pendanaan, business model, sampai perlindungan terhadap pemain dan karyawan lainnya serta status badan hukum/perusahaan yang menaungi klub peserta,” papar Ketua BOPI, Noor Aman.

“Jangan sampai di tengah jalan malah menimbulkan banyak masalah atau mengulang masalah-masalah sebelumnya,” tambahnya.

“Dari mana dasar hukum mendirikan kompetisi bernama ISC? Dari mana PT Gelora Trisula Semesta mendapatkan mandat menggelar kompetisi ISC? Apalagi formatnya liga. BOPI harus mempelajari secara cermat, tepat, dan akurat sebelum mengeluarkan rekomendasi,” beber Noor Aman.


Source: 7upAsia