Lima Ulah Kontroversial Jose Mourinho di Manchester United

Jose Mourinho sempat membawa optimisme tinggi bagi para suporter ketika ditunjuk sebagai manajer baru Manchester United. Namun, tingkah eksentrik dan perilaku kontroversial tidak menjadi bahan pertimbangan manajemen ketika menunjuk manajer asal Portugal tersebut.

Sebelas pekan Premier League berlangsung, Mourinho masih belum bisa mengangkat performa tim. Manchester United saat ini bertengger di peringkat enam klasemen sementara dengan koleksi 18 poin, tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen sementara, Liverpool.

Raihan yang tidak sesuai ekspektasi membuat Mourinho dinilai tidak lebih baik dari dua manajer sebelumnya, yaitu David Moyes dan Louis van Gaal. Mourinho pun dituntut segara membuktikan kualitas dengan membawa Manchester United kembali ke papan atas klasemen.

Namun bukan Mourinho jika menjalankan tugas tanpa disertai dengan bumbu kontroversi. Manajer asal Portugal tersebut pun beberapa kali menolak disalahkan sebagai aktor utama performa tidak maksimal yang ditunjukkan skuat The Red Devils. Ia juga tidak segan menyalahkan beberapa pemain yang dianggap memiliki masalah pada mental dan tidak siap berjuang untuk mengangkat prestasi tim.

Berikut ini lima aksi kontroversial Jose Mourinho sejak menjadi manajer Manchester United:

1. Menyingkirkan Bastian Schweinsteiger dari skuat utama

Bastian Schweinsteiger menjadi satu di antara pemain yang mendukung penunjukan Jose Mourinho sebagai manajer baru Manchester United. Pemain asal Jerman berulang kali menyatakan ketidak sabarannya untuk bekerja di bawah arahan Mourinho. Namun Mou berkata lain dengan menyingkirkan Schweini dari skuat utama.

Tidak sampai di situ, legenda Jerman tersebut juga diasingkan dan tidak diperbolehkan berlatih bersama skuat Manchester United. Sentimen Mourinho yang tinggi terhadap Louis van Gaal dianggap sebagai latar belakang tersingkirnya Schweinsteiger dari skuat utama Manchester United.

2. Mencadangkan Wayne Rooney

Pada awal musim, Mourinho berungkali mengatakan kalau Wayne Rooney adalah pemain penting bagi The Red Devils. Sang manajer yakin bisa membuat Rooney kembali ke performa terbaiknya.

Akan tetapi, di tengah perjalanan, performa sang kapten tidak kunjung membaik. Alhasil, Mourinho pun mulai tidak ragu untuk mengakrabkan Rooney dengan bangku cadangan.

3. Tidak kunjung memainkan Henrikh Mkhitaryan

Henrikh Mkhitaryan merupakan satu di antara pembelian anyar Manchester United pada awal musim. Pemain asal Armenia tersebut dibeli dengan harga 42 juta euro (sekitar Rp 611,68 miliar) dari Borussia Dortmund.

Digadang-gadang sebagai gelandang terbaik pada saat ini, Mkhitaryan belum berhasil mendapatkan kepercayaan Mourinho. Kesempatan bermain Mkhitaryan masih terbatas dan ia dituntut untuk membuktikan kapasitasnya kepada sang manajer.

4. Dihukum FA karena masalah indisipliner

Hukuman dari federasi sepak bola karena tindakan indisipliner merupakan hal yang biasa diterima Jose Mourinho. Kritikan pedas, gestur yang menantang dan protes keras di tengah laga juga menjadi hal yang lazim dilakukan Mourinho.

Lima bulan menangani Manchester United, Mourinho sudah mendapatkan hukuman tidak boleh mendampingi timnya selama beberapa pertandingan dari asosiasi sepak bola Inggris (FA) karena protes kerasnya kepada ofisial pertandingan.

5. Mengritik pemain secara terbuka

Jose Mourinho tidak sungkan untuk menyebut nama pemain yang ia nilai tidak memberikan kontribusi maksimal untuk tim. Setelah laga melawan Swansea City, Mourinho menyerang dua pemain Manchester United, yaitu Chris Smalling dan Luke Shaw.

Mourinho menganggap dua pemain tersebut sebagai pemain cengeng dan tidak bersedia berjuang untuk timnya. Belakangan diketahui kalau Smalling benar-benar tidak bisa tampil karena mengalami patah tulang ibu jari kakinya.


Source: Berit7