7upasia.net

berita7up.com – AC Milan menghadapi juara bertahan Juventus di final Coppa Italia 2015/16, Minggu (22/5). Di Stadio Olimpico, Roma, Juventus menang lewat gol tunggal pemain pengganti Alvaro Morata di extra time.

Juventus berpesta dan Massimiliano Allegri menjadi pelatih pertama yang bisa mempertahankan double Serie A serta Coppa Italia. Sementara itu, Milan dipaksa berurai air mata. Musim yang mengecewakan ini semakin lengkap dengan kegagalan mereka ke Eropa.

Milan finis peringkat tujuh di Serie A musim ini, dengan selisih 34 poin dari Juventus yang meraih Scudetto beruntun kelima. Milan, yang sudah cukup lama absen di Eropa ingin kembali ke ‘habitat’ mereka. Final ini adalah kesempatan terakhir bagi Rossoneri untuk lolos ke Liga Europa musim depan.

Babak pertama di Olimpico berjalan di luar dugaan. Pasalnya, laga justru dikuasai Milan, yang di awal kurang diunggulkan dibanding Nyonya Tua. Di 30 menit awal, Milan bahkan sudah melepas total lima tembakan dan Juventus nol. Giacomo Bonaventura punya peluang emas menit 23, tapi digagalkan Neto di bawah mistar. Juventus harus menunggu sampai menit 34 untuk mendapatkan shot pertama mereka, tapi upaya Paulo Dybala kandas karena diblok lawan.

Tak ada gol di paruh pertama. Namun, permainan impresif Milan mendapatkan apresiasi dari para tifosi mereka.

Juventus tampil beda di babak kedua. Juventus meningkatkan tempo serangan mereka dan beberapa kali mencoba menciptakan peluang untuk membobol gawang Gianluigi Donnarumma. Namun, Milan yang sudah terlebih dahulu panas tak mau membiarkan aliran permainan lepas dari tangan mereka.

Laga berjalan lebih seru. Namun, tetap belum ada gol yang tercipta, bahkan hingga sepuluh menit menuju akhir waktu normal.

Pelatih Cristian Brocchi lalu memberi kesempatan M’Baye Niang melakonicomeback usai absen cukup lama akibat cedera. Niang masuk menggantikan Andrea Poli untuk menambah ketajaman serangan Milan. Namun, itu belum cukup bagi Milan untuk meraih kemenangan di waktu normal. Tetap tanpa gol, laga berlanjut ke extra time.

Satu pergantian pemain oleh Allegri di menit 108 atau di babak keduaextra time terbukti krusial. Morata masuk menggantikan Hernanes. Dua menit sejak masuk lapangan, Morata menuntaskan crossing Juan Cuadrado untuk membobol gawang Donnarumma, yang sejatinya bermain cemerlang di bawah gawang Milan.

Skor 1-0 untuk Juventus, dan Milan di ambang petaka. Brocchi lantas memasukkan Mario Balotelli untuk mencoba menyelamatkan keadaan.

Tensi memanas, terutama setelah Milan meminta penalti usai Honda terjatuh dalam sebuah kemelut di kotak penalti dan tidak dikabulkan oleh wasit. Milan mencoba membalas di sisa waktu yang ada, tapi gagal.

Juventus juara. Milan kembali absen di Eropa, karena jatahnya jatuh ke tangan Sassuolo yang merupakan peringkat enam Serie A.

Milan (4-3-3): Donnarumma; De Sciglio, Romagnoli, Zapata (kuning 50), Calabria; Poli (Niang 85 – kuning 101), Montolivo (Mauri 109 – kuning 119), Kucka (Balotelli 112); Bonaventura, Bacca, Honda (kuning 88).

Juventus (3-5-2): Neto; Chiellini (kuning 116), Barzagli (kuning 105), Rugani (kuning 120); Evra (Sandro 62), Pogba (kuning 62), Hernanes (Morata 108 – kuning 119), Lemina, Lichtsteiner (Cuadrado 75); Dybala, Mandzukic.

Statistik Milan – Juventus
Ball possession: 57% – 43%
Shots: 20 – 11
Shots on target: 3 – 4
Kartu kuning: 4 – 5
Kartu merah: 0 – 0.


Source: 7upAsia