7upasia.net

Banyak cara yang dilakukan oleh klub untuk menghormati pemain legendaris mereka. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan memensiunkan nomor jersey yang biasa dipakai sang pemain.

Pemain-pemain yang nomornya diabadikan biasanya merupakan pemain yang sangat loyal atau telah memberikan kontribusi yang besar kepada klub. Mengistirahatkan nomor punggung juga bukan perkara yang mudah bagi klub tapi mereka telah melakukannya selama bertahun-tahun.

Berikut ini 10 pemain yang nomor punggungnya sudah dipensiunkan oleh klubnya;

1. Raul, Klub: Schalke No: 7

Salah satu permain terhebat Real Madrid, Raul mendapat perlakuan yang istimewa dari Schalke setelah bermain untuk klub Jerman tersebut. Setelah menghabiskan 15 tahun di Real Madrid, penyerang asal Spanyol itu bergabung dengan klub Bundesliga dan menghabiskan dua musim di sana dengan memberikan dampak yang positif di klub.

Namun, Royal Blues mengambil langkah mengejutkan dengan memensiunkan jersey nomor 7 untuk menghormati Raul setelah sang pemain meninggalkan klub.

Legenda Schalke Olaf Thon dan Ingo Anderbrugge tidak terima dengan keputusan klub dan mengkritik habis-habisan klub Bundesliga tersebut. Meski bergabung di usia 30-an, Raul mampu mencetak 40 gol dalam dua musim.

2. Diego Maradona, Klub: Napoli No: 10

Dianggap sebagai salah satu pemain Argentina terbaik, Diego Maradona pernah menjadi bintang di Serie A selama tujuh tahun memperkuat Napoli. Ia mengenakan nomor punggung 10 dari tahun 1984 sampai 1991 dan meraih prestasi yang gemilang.

Maradona seorang diri mampu mengantarkan Napoli meraih kesuksesan dengan menjadi raja di Serie A pada musim 1986-87 dan 1989-90. Selain itu, Partenopei juga dibawanya menjuarai Piala UEFA pada tahun 1989.

Klub Italia itu total memenangkan lima trofi selama diperkuat pemenang Piala Dunia 1986 tersebut. Meski Maradona meninggalkan Napoli dengan cara yang buruk setelah mendapat sanksi 15 bulan karena terbukti menggunakan kokain, klub Serie A menunjukkan penghormatan kepada sang pahlawan dengan mengistirahatkan nomor punggung 10.

3. Pele, New York Cosmos Nomor 10

Legenda Brasil yang telah memenangkan tiga Piala Dunia, Pele mendapat perhormatan tinggi dari New York Cosmos meski hanya memperkuat klub tersebut selama dua tahun.

Si Mutiara Hitam bermain untuk klub masa kecilnya Santos selama hampir dua dekade dan ia pindah ke Amerika Serikat hanya untuk meningkatkan popularitas dan reputasinya.

Pele membuat 107 penampilan dan mencetak 64 gol untuk Cosmos. Setelah sang pemain pensiun, klub juga memutuskan memensiunkan nomor punggung 10 yang dikenakan Pele.

NY Cosmos sempat dibubarkan pada tahun 1985 dan didirikan lagi pada tahun 2010.

4. Javier Zanetti, Klub: Inter Milan No: 4

Salah satu pemain yang paling dihormati selama dua dekade terakhir, Javier Zanetti merupakan pemain penting bagi Inter Milan. Bintang Argentina itu menghabiskan 19 tahun di Giuseppe Meazza dan meraih banyak kesuksesan di sana.

Zanetti menjadi kapten Nerazzurri pada 1999-2014 dan terkenal dengan sebutan ‘Il Capitano’ atau ‘Sang Kapten’.

Presiden baru Inter Erick Thohir mengumumkan bahwa nomor punggung empat yang dikenakan Zanetti akan diabadikan pada akhir musim 2013-14. Setelah gantung sepatu, Zanetti kemudian diangkat sebagai wakil presiden klub sebagai penghargaan atas jasa-jasanya.

5. Bobby Moore, Klub: West Ham No: 6

Bek terbaik Inggris dan satu-satunya kapten The Three Lions yang pernah mengangkat Piala Dunia, Bobby Moore mendapat penghargaan besar oleh West Ham United saat klub London memensiunkan nomor punggung 6 miliknya.

Moore menghabiskan 16 tahun di West Ham dan membuat lebih dari 500 penampilan untuk The Hammers. Dia dikenal karena kemampuan membaca permainan yang sangat bagus dan disebut sebagai bek terbaik sepanjang masa oleh legenda sepakbola Pele.

6. Roberto Baggio, Klub: Brescia No: 10

Roberto Baggio dianggap sebagai salah satu pemain terbaik Italia sepanjang masa dan menghiasi lapangan bersama sejumlah klub besar termasuk Inter Milan, Juventus, Milan dan Fiorentina.

Tapi, cuma Brescia yang memberi penghormatan besar dengan mengabadikan nomor punggung 10 miliknya.

Baggio menghabiskan masa akhir karirnya bersama Brescia di mana ia mampu mencetak 46 gol dalam 101 pertandingan. SI Kuncir Kuda memenangkan Ballon d’ Or pada tahun 1993 dan meraih gelar Serie A bersama Juventus dan AC Milan.

7. Ferenc Puskas. Klub: Budapest Honved No: 10

Legenda sepakbola Hungaria, Ferenc Puskas, bermain untuk Budapest Honved dari 1943-1956 dengan mencetak lebih dari 300 gol dalam 341 penampilan. Saat di Honved, ia menjadi pencetak gol terbanyak di liga Hungaria sebanyak empat kali dan pada tahun 1948 ia menjadi pencetak gol terbanyak di Eropa.

Honved menghormati Puskas dengan memensiunkan nomor punggung 10 yang pernah dikenakan oleh dirinya.

Setelah memperkuat Honved, Puskas kemudian bergabung dengan Real Madrid dan meraih kesuksesan besar di sana. Ia membantu Los Blancos memenangkan lima gelar La Liga dan tiga gelar Piala Eropa.

8. Franco Baresi, Klub: AC Milan No: 6

AC Milan punya banyak pemain hebat dalam 2-3 dekade terakhir dan Franco Baresi adalah salah satunya. Bek asal Italia ini cuma memperkuat Milan dalam sepanjang karirnya dengan memainkan lebih dari 700 pertandingan dan memenangkan sejumlah piala bergengsi.

Baresi juga berperan besar menjadi mentor bagi Paolo Maldini muda yang kemudian menjadi legenda klub.

Baresi terpilih sebagai pemain terbaik klub pada abad ke-19 dan tidak mengejutkan jika melihat Milan memutuskan memensiunkan nomor punggun 6 untuk menghormati jasa-jasanya.

9. Paolo Maldini, Klub: AC Milan No: 3

Paolo Maldini, salah satu bek terbaik sepanjang masa, cuma memperkuat AC Milan dalam sepanjang karirnya. Pria Italia tersebut menikmati kesuksesan besar dengan seragam Rossoneri termasuk memenanngkan lima gelar Liga Champions.

Setelah mengabdi di klub selama lebih dari 25 tahun, Paolo Maldini pantas mendapat kehormatan dengan dipensiunkannya nomor 3 yang identik dengan dirinya. Meski telah dipensiunkan, nomor punggung 3 masih bisa digunakan lagi oleh anaknya Maldini.

10. Johan Cruyff, Klub: Ajax No: 14

Cruyff bukan hanya salah satu pemain terbaik sepanjang masa, tapi juga memberikan kontribusi yang besar dalam dunia sepakbola.

Cruyff bergabung dengan Ajax ketika berusia berusia 10 tahun dan menjalani karir yang luar biasa di sana sebagai pemain dan kemudian pelatih.

Selama karir bermainnya, Cruyff memenangkan delapan gelar Eredivisie dan tiga Piala Eropa. Bahkan setelah gantung sepatu, Cruyff masih tetap berada di Ajax dengan menangani tim selama tiga tahun pada tahun 1980-an.

Nomor punggung 14 yang sangat identik dengan dirinya kemudian dipensiunkan oleh pihak klub pada tahun 2007.


Source: Berit7