7upasia.net

Chelsea sukses menjalani musim lalu dengan menjuarai Liga Inggris. Itu berarti mereka bakal bermain di Liga Champions setelah absen musim lalu. Mereka bahkan difavoritkan pada kompetisi tersebut.

Jelas, saat ini Manajer Antonio Conte tengah berpikir keras untuk mencari pemain yang bisa menopang Chelsea di Liga Champions musim depan. Kekalahan dari Arsenal di final Piala FA, menandakan kalau skuat Chelsea masih butuh banyak perbaikan.

Terlepas dari itu, mereka masih difavoritkan untuk menjuarai kompetisi teratas sepak bola Eropa tersebut. Banyak alasan yang melatari hal tersebut.

Berikut ada lima alasan yang bilang Chelsea favorit juara Liga Champions musim depan:

1. Antonio Conte Lapar Gelar

Selama tangani Chelsea, Antonio Conte gagal mempersembahkan double winners. Setelah juara Liga Inggris, mereka gagal mempersembahkan Piala FA usai takluk dari Arsenal.

Apalagi, faktanya Chelsea punya rekor menarik dilatih oleh manajer Italia di Liga Champions. Mereka selalu lolos dari fase grup Liga Champions.
Bahkan, The Blues berhasil juarai Liga Champions bersama Roberto di Mateo yang notabene manajer Italia pada 2012 lalu. Conte jelas harus memulai dominasinya di Eropa bersama Chelsea musim depan.

2. Faktor Eden Hazard

Eden Hazard belakangan jadi perhatian setelah bangkit dari masa sulit. Dia berhasil mencetak 16 gol dan lima assists di Liga bersama The Blues.

Ini jelas menjadi sinyal positif bagi Chelsea. Apalagi, pemain sekelas Hazard memang butuh pertandingan semenarik dan seketat Liga Champions. Bintang Belgia ini bisa setiap saat mencetak gol maupun assist ketika memegang kendali bola.

Sepertinya, Hazard akan bertahan di Stamford Bridge musim depan di tengah rumor yang menyatakannya akan ke Real Madrid. Apalagi, Chelsea sekarang bakal bermain di Liga Champions, jadi tak ada alasan bagi Hazard untuk cabut.

3. Stabilitas dan Keseimbangan Bersama Kante

Hazard membuat lawan akan kelimpungan melalui aksi dribbling-nya. Sedang, N’Golo Kante akan membuat tim lawan frustrasi karena serangan-serangannya selalu berhenti di lini kedua Chelsea atau lini tengah.

Kante bergerak dan bermain bak mesin, tak kenal lelah. Fakta dia melakukan rataan per lga 3,6 tackles, 2,4 interceptions, 1,2 clearances, di Liga Inggris musim lalu patut jadi garis bawah.

Memiliki Kante di lini tengah, bergerak naik dan turun bila diperlukan akan memungkinkan Chelsea untuk berputar dengan cepat. Bukan kebetulan Madrid dan Juventus berhasil sampai ke final karena memiliki pemain seperti Casemiro dan Miralem Pjanic yang mendikte tempo, memecah permainan dan memindahkan bola dengan cepat dari lapangan tengah.

4. Kedatangan Pemain Baru

Ada dua nama yang belakangan bakal dikabarkan ke Chelsea, yakni Romelu Lukaku dan Alvaro Morata. Nama pertama menjadi favorit, dan bahkan dikabarkan sumber terpecaya Sky Sports, Chelsea dan Lukaku sudah sepakat soal gaji.

Seiring dengan pernyataan Diego Costa yang sudah tak dipercaya Conte, Lukaku bakal menjadi nama yang menarik. Dia punya tipe sama dengan Costa, tapi lebih enerjik, dan tidak tempramental.

Musim ini, striker Belgia tersebut tampil sangat tokcer. Dia mengems 25 gol dan enam assists untuk Everton di Premier League yang sudah bisa jadi bukti kegemilangannya.

Selain itu, ada nama Leonardo Bonucci yang kabarnya selangkah lagi jadi pemain Chelsea. Bonucci dan Conte telah bekerja sama di timnas Italia. Mereka akan menjadi sebuah kombinasi yang berjalan dengan baik. Bek tengah Italia itu akan menjadi tembok yang ideal untuk ditempatkan di jantung pertahanan Conte.

5. Formasi Antonio Conte

Bukan rahasia lagi kalau Conte gemar menggunakan sistem 3-4-3 yang bekerja sama baiknya dalam bertahan maupun menyerang. Conte telah menghasilkan revolusi di kubu The Blues yang sebelumnya lebih sering bermain dengan empat bek.

Bahkan, taktiknya ini mulai dijiplak beberapa klub lain. Arsenal bersama Arsene Wenger juga belakangan mencoba memakai formasi tiga bek dan nyatanya berhasil dalam beberapa laga terakhirnya di Liga Inggris.

Fakta kalau Chelsea meraih 30 kemenangan dan cuma kalah lima kali di Liga Inggris membuktikan taktik Conte sukar dihentikan. Torehan gol dengan formasi itu juga bagus, yakni 85 gol, atau kalau dirata-rata per laganya, Chelsea cetak 2,23 gol.

 


Source: Berit7