7upasia.net

Penyerang Carlos Tevez, memecahkan rekor gaji pemain sepak bola termahal di dunia dengan kepindahannya dari Boca Junior ke klub Cina, Shanghai Shenhua. Penyerang 32 tahun itu akan mendapat bayaran senilai 615 ribu pound sterling atau sekitar Rp 10,2 miliar per pekan.

Nilai itu sangat fantastis mengingat usia Tevez yang tak lagi muda. Penyerang asal Argentina itu kini sudah berusia 32 tahun. Selain nilai gajinya yang setinggi langit, Tevez sebelumnya telah banyak membuat cerita kontroversi baik di dalam maupun di luar lapangan. Berikut rangkumannya

1. Pernah Disiram Air Panas

Tevez dikenal sebagai pemain yang memiliki wajah bengis dengan luka di sekujur wajah bagian kanan hingga lehernya. Luka itu ternyata disebabkan oleh siraman air panas.

Kecelakaan itu terjadi ketika Tevez masih kanak-kanak. Tak jelas siapa yang menyiram air panas itu kepada Tevez atau pun penyebabnya. Yang pasti, Tevez sempat menderita luka bakar tingkat tiga dan harus menjalani perawatan intensif selama dua bulan di rumah sakit. Beruntung pemain berjulukan Carlitos itu tak meregang nyawa.

2. Kepindahan Kontroversial ke West Ham

Nama Tevez mulai terangkat sejak kepindahannya ke West Ham United pada 2006 lalu. Bersama rekan senegaranya, Javier Mascherano, Tevez saat itu memicu kontroversi karena status kepemilikannya. Dia diketahui dimiliki oleh perusahaan broker bernama Media Sport Investment (MSI).

Tevez bersama Mascherano berhasil membawa West Ham terhindar dari zona degradasi musim itu. Namun West Ham mendapatkan gugatan dari Sheffield United yang terdegradasi. Mereka menilai penggunaan pemain dengan kepemilikan pihak ketiga seperti Tevez dan Mascherano tak sah.

West Ham menyelesaikan masalah ini di luar pengadilan dengan membayar Sheffield senilai 20 juta pound sterling yang mereka sebut sebagai “Kerugian akibat degradasi”.

3. Pemutusan Kontrak dan Hijrah ke Manchester United

Semusim di West Ham, Tevez hijrah ke Manchester United. Kondisi itu membuat West Ham berang dan mengajukan gugatan kepada badan sepak bola dunia, FIFA, terhadap Tevez dan pemilik MSI, Kia Joorabchian.

FIFA menolak gugatan West Ham itu dan merekomendasikan mereka mengajukannya ke Arbitrase Olahraga Internasional. Namun Joorabchian menggugat balik West Ham karena dinilai telah melanggar kontrak mereka.

Kasus ini selesai setelah badan Liga Inggris melakukan arbitrase. Kedua belah pihak sepakat bahwa MSI harus membayar West Ham senilai 2 juta poundsterling untuk memutuskan kontrak Tevez.

4. Gonjang-ganjing Manchester United hingga ke Manchester City

Tevez bergabung ke Manchester United dengan status pemain pinjaman dari MSI. Di Manchester United nama penyerang bertinggi 173 cm itu semakin melambung. Dia membawa United meraih gelar Liga Inggris musim 2007-2008 dan 2008-2009. Tevez juga berjasa besar membawa United meraih gelar juara Liga Champions musim 2007-2008 setelah menumbangkan Chelsea di babak puncak melalui drama adu pinalti.

Namun di akhir musim 2008-2009 United tampak ragu untuk mempermanenkan status Tevez. Meskipun suporter meminta Alex Ferguson mempermanenkan status Tevez, para petinggi United tak mau status kepemilikan bersama dengan MSI. Setelah pembicaraan alot, Tevez pun akhirnya hijrah ke rival sekota United, Manchester City.

5. Ribut Dengan Roberto Mancini di Manchester City

Kehadiran Tevez di Manchester City memulai era baru persaingan dengan Manchester United. City yang baru saja dibeli investor asal Uni Emirat Arab, Mansour bin Zayed Al Nahyan berambisi membuat klub itu merajai Liga Inggris.

Tevez berhasil membawa City meraih trofi pertamanya dalam puluhan tahun setelah mengalahkan Stoke City pada final Piala FA musim 2010-2011. Musim berikutnya dia ikut membawa City menjadi juara Liga Primer Inggris.

Namun hal yang paling kontroversial adalah keributannya dengan Manajer Manchester City saat itu, Roberto Mancini. Kejadian itu terjadi pada September 2011 ketika City menghadapi Bayern Munchen di ajang Liga Champions.

Mancini menyatakan bahwa tevez menolak untuk bermain saat dirinya membutuhkan tambahan penyerang karena City tertinggal 2-0 saat itu. Tevez menyatakan bahwa hal itu hanya salah pengertian saja. Akibat kejadian itu, Tevez mendapatkan hukuman tak boleh bermain dan pemotongan gaji dari City selama 2 pekan.


Source: Berit7