7upasia.net

www.bola7up.com – Dua hari lalu, pagi di Melwood lebih sibuk seperti biasanya. Area parkir diisi oleh mobil-mobil asing, sementara lapangan latihan dikelilingi oleh wartawan-wartawan haus fakta. Mereka mondar-mandir di sekeliling, sementara staf yang terkait kerap kali langsung diserbu oleh mereka. Melwood serasa jadi tempat kejadian perkara kriminal.

Tentu saja harus ada yang bertanggung jawab atas situasi ini dan publik sudah tahu itu. Siapa lagi kalau bukan Raheem Sterling? Bintang muda Inggris tersebut dikabarkan menolak ikut serta dalam tur pra-musim Liverpool ke Asia – Australia, memanaskan isu transfernya, dan mengundang situasi tegang yang hadir di Melwood hari itu.

Adapun sang bintang – sekaligus dalang keramaian – tidak hadir dalam sesi latihan. Sepertinya ia kembali berulah, sebelum ia menelepon Brendan Rodgers dan mengatakan dirinya tiba-tiba sakit. Well, cukup masuk akal? Apalagi setelah ia menolak untuk ikut serta dalam tur pra-musim dan memaparkan intensinya untuk hengkang dari Liverpool.

Layaknya drama tiga babak, kisah Sterling sepertinya sudah mulai memasuki klimaks. Introduksinya sudah berjalan mulus dan Sterling seolah mendapatkan segalanya setelah bergabung dengan timnas Inggris. Tapi plot drama yang ia lakoni berkembang ke arah yang tak terbayangkan sebelumnya: Liverpool terpuruk setelah berhasil menjadi runner-up Liga Primer 2013/14.

Namun Sterling tetap bersinar di tengah-tengah keterpurukan Liverpool. Ia menjadi sosok menonjol yang kerap merusak pertahanan lawan dengan kecepatan kakinya. Beberapa gol dan assist penting pun ia catatkan, termasuk ketika The Reds mengalami peningkatan dan kembali memperebutkan tiket Liga Champions. Tak heran, klub-klub besar kembali memantau situasi kontrak san penyerang. Real Madrid, Bayern Munich, Chelsea, dan Manchester City merupakan beberapa nama yang sempat mengawasi perkembangan sang winger muda.

Di tengah situasi tersebut, Sterling menolak perpanjangan kontrak senilai £100.000. Agennya, Aidy Ward, bahkan menggelar wawancara eksklusif dengan BBC. Situasi menjadi semakin runyam, Sterling dinilai sudah tidak betah di Liverpool dan para fans mulai mengecam perkataan demi perkataan yang ia ucapkan dalam wawancara tersebut, termasuk ketika merasa girang diminati oleh Arsenal. Konflik ini ikut terbawa dalam lapangan hijau, di mana Sterling gagal menampilkan permainan terbaik yang ia tunjukkan beberapa bulan sebelumnya.

Akhir musim, The Reds akhirnya finis di peringkat keenam dan ini jadi alasan tambahan bagi Sterling untuk hengkang. Sekalipun ia menjadi pemain muda terbaik Liverpool, ia dikabarkan tetap mengajukan transfer pada Rodgers, tapi sang manajer tidak serta-merta mengabulkan permintaan sang winger. Dua tawaran dari Manchester City senilai £30 juta dan £40 juta bahkan ditolak oleh sang manajer.

Sterling sepertinya geram melihat tindakan sang manajer dan menolak untuk ikut serta dalam tur pra-musim Liverpool ke Asia dan Australia. Tak tanggung-tanggung, ia kembali berulah dengan absen dua hari beruntun di sesi latihan di Melwood. Konflik via media massa pun semakin memanas.

Jelas tingkah laku sang pemuda membuat gemes para pendahulunya. Jamie Carragher mengecam tindakan Sterling dan menyebut sang winger telah merusak reputasinya sendiri di mata Kopites maupun di mata publik yang mengenalnya. Setelah itu, Steven Gerrard ikut menyampaikan kekecewaannya pada Sterling dan menegur sang winger agar menghadapi masalah transfer tersebut dengan jantan, bukan melarikan diri dari tanggung jawab.

Entah komentar mana yang masuk ke telinga Sterling, tapi akhirnya sang winger kembali berlatih di Melwood kemarin (10/7). Adapun situasi sudah tidak sama. Fans Liverpool tentu sudah memberikan pandangan yang tidak menyenangkan pada sang winger, sementara Rodgers tentu sedikit geram anak asuhnya absen tiba-tiba – walau dengan alasan sakit. Mungkin saja, perlakuan yang diterimanya sedikit berbeda. Apapun itu, Sterling sepertinya sudah tidak bisa kembali ke situasi yang sama indahnya dengan dulu.

Drama transfer Sterling yang melelahkan sepertinya segera mencapai klimaks. Kira-kira, antiklimaks macam apa yang bakal terlihat? Mungkinkah sang winger muda Inggris merapat ke pangkuang The Citizens sesuai keinginannya? Atau mungkin ia bertobat dan memilih tinggal di Anfield?

Dilihat dari kondisi psikologis tim dan segi ekonomi, tentu sudah layak dan sepantasnya Liverpool menjual Sterling. Harga £45 juta yang nanti diajukan oleh City, atau mungkin The Reds ingin bersikeras pada angka £50 juta, jelas tidak boleh dilepaskan. Laskar Merseyside bakal untung besar dengan penjualan sang winger.

Namun dari segi lain, perlu ditegaskan bahwa Liverpool merupakan klub besar dengan sejarah panjang. Tidak seharusnya mereka menuruti pemberontakan Sterling maupun permintaan City. Tidak akan ada yang menyalahkan seandainya mereka bertindak tegas pada Sterling dan menegaskan kalau klub lebih besar dari pemain, seperti yang mereka lakukan pada Luis Suarez dua musim lalu.

Ada hal yang lebih penting dari uang, Liverpool tahu itu begitu pula dengan Sterling. Kedua belah pihak sudah tahu kondisi masing-masing dan mungkin bakal segera mengambil keputusan. Drama Sterling bakal segera mencapai puncaknya.

Jadi, mari saksikan drama transfer ini (sembari menikmati popcorn) dan menantikan akhir apa yang bakal terlihat sebelum tirai drama ditutup.


Source: 7upAsia