7upasia.net

Ada yang menarik dalam susunan pemain yang diturunkan Gareth Southgate dalam laga persahabatan antara Inggris melawan Jerman, Rabu (22/3) dini hari WIB. Di dalam daftar itu, ada nama Michael Keane.

Keane adalah pemain berposisi natural sebagai bek tengah. Posisi sekundernya, meskipun sangat jarang di jalani adalah sebagai bek kanan. Pertandingan persahabatan Jerman vs Inggris merupakan debut Keane berseragam timnas senior Inggris. Meski kala itu Inggris harus kalah 1-0 dari Jerman, tapi penampilan pemain 24 tahun itu lugas sepanjang pertandingan.

Siapa sebenarnya Michael Keane sosok pemain muda yang kini digembar-gemborkan bisa lebih hebat dari bek kawakan Jerman, Mats Hummels ini? Berikut ini 5 fakta Michael Keane.

Punya kewarganegaraan ganda

Pemain bernama lengkap Michael Vincent Keane yang mencatatkan caps pertamanya bersama timnas Inggris di laga kontra Jerman itu adalah jebolan akademi Manchester United. Meski lahir di Inggris ia memiliki darah Irlandia sehingga berkesempatan memilih Tim Nasional yang ingin dibelanya.

Pemain yang juga memiliki paspor Republik Irlandia ini sempat memperkuat timnas Irlandia di level usia muda (U17 hingga U19). Ia kemudian memperkuat Timnas Inggris di level U19, U20, dan U21. Dan setelah menerima panggilan Timnas Senior Inggris otomatis ia tak bisa lagi bermain untuk Timnas Senior Irlandia.

Eks pemain terbaik tim cadangan MU

Berkembang di akademi Manchester United, Keane menandatangani kontrak pertamanya bersama Iblis Merah ketika usianya tepat 18 tahun pada 11 Januari 2011. Potensi keane sebenarnya sudah tercium lama, terbukti dari gelar Pemain Terbaik Tim Cadangan Manchester United pada 2012. Ketika itu ia jauh mengungguli Jesse Lingard yang kini berada di Tim Utama Iblis Merah.

Namun, ia tetap kesulitan menembus tim utama dan lebih sering dipinjamkan ke klub lain ketimbang memperkuat United.Tak kurang, ia pernah dipinjamkan ke Derby County, Leicester City, Blackburn Rovers dan Burnley tentu saja. Di klub terakhir itu, Keane seperti menemukan kecocokan.

Sejak pindah secara permanen dari Menchester United ke Burnley dengan biaya hanya sekitar 2 juta poundsterling di musim panas 2015, penampilan Keane terus menanjak. Penampilan bagus Keane itu mampu membawa Burnley promosi ke Premier League di musim 2016-17.

Raja duel udara Eropa

Di ajang Premier League, Keane kian moncer. Dengan tubuh menulang hingga 191 cm, ia menjelma sebagai benteng kokoh yang melindungi gawang Tom Heaton dari gempuran lawan. Kokohnya penampilan Keane itu bisa dilihat dari statsitik duel duel sukses yang berhasil ia lakukan yang berjumlah 108. Jumlah itu adalah yang terbanyak dalam lima liga top Eropa.

Selain itu, Keane juga pandai dalam membaca permaian dan melakukan antisipasi dalam bertahan. Ia telah melakukan 56 kali intesep dan 207 sapuan bersama The Clarets musim ini.

Defender haus gol

Selain kokoh di belakang, Keane juga cukup tajam dalam mencetak gol terutama melalui kepalanya. Total ia telah mencetak tujuh gol selama berseragam Burnley. Di Premier League musim ini ia sudah dua kali membobol gawang lawan. Sementara lima gol lainnnya ia cetak dalam 44 penampilannya bersama Burnley di Championship musim lalu.

Semua gol Keane bermula dari situasi bola mati yang membuatnya bisa naik dan bersiap di kotak penalti lawan. Dari ketujuh golnya lima di antaranya dicetak melalui sunduan kepala.

Harganya diprediksi akan meroket

Penampilan menawan Keane ini belakangan memancing minat klub-klub besar Inggris untuk merekrutnya, tak terkecuali Mancheser United. Setan Merah kabarnya ingin memulangkan mantan pemainnya itu ke Old Trafford.

Menurut situs transfermarkt.com, harga Keane saat ini berada di kisaran 12 juta poundsterling. Namun, tak menutup kemungkinan banderolnya akan segera meroket mengingat penampilannya juga kian menanjak.

Kenaikan harga Keane bisa terjadi mengingat klub-klub elite Liga Inggris seperti Chelsea dan Liverpool juga dikaitkan dengannya. Everton juga tertarik mengamankan jasanya bersama kiper muda Inggris, Jordan Picford untuk memperkuat lini belakang skuat asuhan Ronald Koeman.


Source: Berit7